Ini dan Itu
Kemarin aku membaca sebuah berita di salah satu portal daring. Isinya tentang K.H. Ahmad Mustofa Bisri (Gus Mus) yang mendapatkan Yap Thiam Hien Award 2017, sebuah penghargaan di bidang hak asasi manusia (HAM) yang diberikan oleh Yayasan Pusat Studi Hak Asasi Manusia atas kiprah penerimanya yang dianggap berjasa besar terhadap penegakan HAM di Indonesia. Yap Thiam Hien sendiri ialah seorang pengacara Indonesia keturunan Tionghoa yang dihormati karena perjuangannya di bidang HAM. Rasa penasaranku bukan pada pemberian penghargaan itu pada Gus Mus, karena menurutku beliau memang layak mendapatkannya. Aku mengenal namanya sejak SMA dahulu melalui puisi-puisi karya beliau yang berceceran di berbagai media. Bulan September tahun 2017 lalu, pada sebuah kesempatan di kampus aku hadir dan menyimak langsung ceramah dan pembacaan puisi oleh Gus Mus. Luar biasa, ketika sesuatu disuarakan dengan hati maka akan didengar sampai ke hati pula. Aku merasakan haru yang sangat dalam ketika be...