Postingan

Sebulan Sembilan Belas

Kekasih, siapalah hendak menyangka Bahwa ketika seluruh dunia terdiam tanpa kata Melangkah terseok menjalan siklusnya Ada yang nafasnya lebih lega Meski isi kantong semakin mendera Barangkali kita memang perlu rehat sesaat Bukan sekadar detoksifikasi, namun juga melihat lebih jernih dan luas Soal apa, siapa, mengapa, dan bagaimana hendak kita taruh konsentrasi Momentum bercermin diri, menemukan yang sejati Ia boleh jadi rel kereta listrik Bogor - Jakarta, Kekasih Yang aus dan sudah penat menyangga hiruk-pikuk manusia Juga mungkin saja mas-mas penjual mendoan di bawah jembatan Stasiun Tanjung Barat Yang diam-diam nge-fans dengan sang pemain biola di ujung tangga Di antara panik, heboh, cemas, tremor, tegang, sedih, muak, bosan tak terkira Jangan anggap aku dan mereka tak bersyukur, Kekasih Ini justru bentuk syukur kami paling tinggi dan khusyuk sekali Rela, berserah, damai, melepas segala hasrat bergantung kepada yang bukan Engkau Bukan rutinitas jam kerja di kantor...

Kata, Bahasa, dan Krida

Istirahatlah kata-kata, seperti milik Wiji Thukul. Aku tidak ingin kamu pergi Aku juga tidak ingin kamu pulang Yang aku ingin kamu ada Dalam sapaan pagi buta, atau ribuan bentuk ragam bahasa Yang aku boleh saja tidak pahami maknanya Tetaplah berkabar bahagia, jenaka, sedih pun tak apa Asal kau jangan henti Meski kridamu seakan berlaku sebaliknya Atau barangkali hanya aku yang terlalu banyak berangan Tentang kita dan semua harap yang terucapkan Aku tidak pergi ke mana-mana

Welcoming The New Year

Let's see.

Tidak Ada Ujung Galuh Hari ini

"Kita sama-sama tahu; saat ekspektasi ditaruh di raga lain, kecewa sering jadi teman. Mungkin kita lupa, atau terlalu keras kepala?"

Rembulan Tenggelam Di Wajahmu

I don't remember exactly when was my first time reading this novel written by Tere Liye. Maybe during my senior high school era. One thing for sure, the moral from the story stays in my mind until years after that today it becomes a movie with the same title; Rembulan Tenggelam Di Wajahmu. I have been waiting to watch this movie from last year, when we figured out that an actress was going to play a role there. Hey, how are you there right now?

Seremban

Kerlip rindu disambut rintik hujan Yang mengingatkanku pada suatu sore di Seremban Tentang alang-alang yang tanpa bicara Menuntun kita ke Tuanku Ja'far, Galeri Diraja Kepak sayap burung mengitari tasik tengah kota Menyambung hidup dari teguk pada yang dalam juga yang dangkal Tahukah engkau, daun-daun kuning itu terheran di bawah sana Menyadari keanggunanmu yang tak masuk akal Aku bukan satu dari daun-daun kuning itu Meski gugurnya barangkali serupa Jika saja butiran air dari langit itu jatuh Mengusir senyum tulusmu tanpa peduli apa Karenanya, ambil dan genggamlah payung sederhana ini Atau izinkan aku mendekatimu agar ia sanggup naungi kita Menepi sejenak menghentikan jejak menuju galeri Yang menghadiahi kita beberapa potret diri saja Sebab itu, kenang-kenanglah ia Negeri Sembilan yang kita singgahi mengalir saja Seperti air di tasiknya juga semilir angin yang menerpa Bila ada masa, semoga kelak 'kan lagi berjumpa Maka itu, rindu-rinduilah ia Seremban, kota ...

Something to Remember

Yang lebih melelahkan dari berlari lalu ditinggalkan adalah mengejarnya ke arah yang berlawanan.