Postingan

Klang (1)

Sampaikan Salamku pada Aiskrim Milo 1.60 Ringgit Malaysia Di tengah teriknya Klang Bandar Diraja Manisnya membawa kita Berjalan ke hamparan kerikil putih Yang berkilau tersiram cahaya matahari Sultan Abdul Aziz Royal Gallery Sunyi sepi hening tak ada suara Biarkan tanda jejak yang berbicara Lalu berbelok pusing ke mana saja Menyusuri kedai pernak-pernik India Juga sederet toko ornamen China Yang padu harmonis memikat mata Berwarna-warni Harum semerbak Sungguh indahnya Tatkala matahari tergelincir ke barat Usai mencapai titik tertingginya Tibalah saatnya salat jumat Sultan Sulaiman, Masjid Diraja Megah nan klasik Gagah menopang terik Berhias kaca patri kaya warna Perantara hadirnya sang surya Sementara hamba sembahyang Datangilah hijaunya rerumputan padang Lalu duduk di ayunan yang lengang Sambil menimbang destinasi selanjutnya Bertamu pada Kuan Yin atau Sang Raja Ke mana saja Di Klang Bandar Diraja

Timur Jauh

Mudahkan hidupnya, hiasi dengan belai-Mu Terangi harinya, dengan lembut mentari-Mu

Jiran

"Tidak ada yang pergi dari hati. Tidak ada yang hilang dari sebuah kenangan." #RTDW

Bisikan Bung

"Nobody can see the trouble I see, nobody knows my sorrow."

2019!

Sejatinya kita tidak pernah benar-benar selesai. Setidaknya hari ini memberi kesan itu padamu. Dengan seluruh janji dan doa yang kita rapal dengan penuh harap, juga teriakan tanda putus asa yang bercampur rasa cinta. Didikan penuh kasih sayang yang dimanifestasikan dalam bentak-bentak pukul enam pagi, kemudian dilanjutkan pada pukul empat sore harinya. Dinamisasi dengan seluruh keringat dan air mata yang mengiringinya. Kau takluk lagi padanya, entah untuk yang keberapa kalinya. Hari cerah lalu sendu di pertengahannya, di sela-sela obrolan dan kebisingan tawa kita. Tentang serba-serbi pendidikan tinggi, juga kawan yang belum sempat membersamai. Tujuh tahun sama sekali tidak sebentar, walaupun tidak terasa begitu lama. Kau sulit menemukan cara untuk tidak menghormatinya. Dan bersama rinai-rinai itu, kau semakin sadar. Tidak, kita tidak akan pernah kembali ke sana. Tetapi memori-memori itu tetap hidup dan memancarkan semangatnya. Ia adalah siklus paripurna yang membuatmu seakan tak ...

Permisi

Pagi hari selepas pulas yang getir Kau menyapa kembali dengan sederhana Mengajak bercerita kembali Tentang apa dan mengapa dikau mesti ada Masih boleh, layak, dan pantaskah aku, Tuan? Jalan yang kutempuh ini Membawa semakin dekat diri ataukah Mengamplifikasi ucap permisi?

Puan

Menjelma bayang-bayang Dalam hening Dalam kerinduan Bukan bersedih Tapi kerinduan yang manis