Postingan

Timur Jauh

Mudahkan hidupnya, hiasi dengan belai-Mu Terangi harinya, dengan lembut mentari-Mu

Jiran

"Tidak ada yang pergi dari hati. Tidak ada yang hilang dari sebuah kenangan." #RTDW

Bisikan Bung

"Nobody can see the trouble I see, nobody knows my sorrow."

2019!

Sejatinya kita tidak pernah benar-benar selesai. Setidaknya hari ini memberi kesan itu padamu. Dengan seluruh janji dan doa yang kita rapal dengan penuh harap, juga teriakan tanda putus asa yang bercampur rasa cinta. Didikan penuh kasih sayang yang dimanifestasikan dalam bentak-bentak pukul enam pagi, kemudian dilanjutkan pada pukul empat sore harinya. Dinamisasi dengan seluruh keringat dan air mata yang mengiringinya. Kau takluk lagi padanya, entah untuk yang keberapa kalinya. Hari cerah lalu sendu di pertengahannya, di sela-sela obrolan dan kebisingan tawa kita. Tentang serba-serbi pendidikan tinggi, juga kawan yang belum sempat membersamai. Tujuh tahun sama sekali tidak sebentar, walaupun tidak terasa begitu lama. Kau sulit menemukan cara untuk tidak menghormatinya. Dan bersama rinai-rinai itu, kau semakin sadar. Tidak, kita tidak akan pernah kembali ke sana. Tetapi memori-memori itu tetap hidup dan memancarkan semangatnya. Ia adalah siklus paripurna yang membuatmu seakan tak ...

Permisi

Pagi hari selepas pulas yang getir Kau menyapa kembali dengan sederhana Mengajak bercerita kembali Tentang apa dan mengapa dikau mesti ada Masih boleh, layak, dan pantaskah aku, Tuan? Jalan yang kutempuh ini Membawa semakin dekat diri ataukah Mengamplifikasi ucap permisi?

Puan

Menjelma bayang-bayang Dalam hening Dalam kerinduan Bukan bersedih Tapi kerinduan yang manis

Berkelana di Surabaya dengan Sampah Botol Plastik Saja

Gambar
Suroboyo Bus. pic from IG @suroboyobus Tahun 2018 ini menjadi tahun keempat saya berada di Kota Surabaya. Sejak pertengahan 2014 lalu, saya mulai menjalani kehidupan sebagai seorang perantau ilmu di fakultas hukum salah satu PTN di Surabaya. Kota domisili saya, Bogor, berada sekitar 830 km jauhnya dari Surabaya. Keadaan kedua kota ini sangat berbeda! Bagi para pembaca yang sudah pernah berkunjung ke Bogor maupun Surabaya, tentu dapat merasakan bagaimana kontrasnya suasana Bogor yang adem, hijau (dengan pepohonan maupun angkotnya), dan sering diguyur hujan, sampai-sampai dijuluki “Kota Hujan”. Sedangkan, Kota Surabaya sebagai kota metropolitan yang tercatat sebagai kota kedua terbesar di Indonesia ini senantiasa menampakkan wajahnya yang riuh, ramai, lengkap dengan hawa panas yang membuat aktivitas masyarakatnya pun lebih dinamis. Julukan “Kota Pahlawan” yang disematkan pada kota ini cocok sekali mengingat bagaimana kayanya nilai kesejarahan yang melekat padanya.     ...